Bayi Meninggal Tragis di Puskesmas Pinangsori, Ayah Laporkan Bidan ke Polisi

AGARA NOW

- Redaksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 16:05 WIB

50560 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapanuli Tengah – Suasana duka bercampur amarah menyelimuti keluarga Irawan, warga Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Peristiwa yang seharusnya menjadi momen bahagia atas kelahiran buah hati, justru berubah menjadi tragedi memilukan. Bayi yang dinanti lahir dalam kondisi mengenaskan, dengan kepala terpisah dari badan saat proses persalinan di Puskesmas Pinangsori.

Tak terima dengan kejadian itu, Irawan resmi melaporkan bidan yang menangani persalinan istrinya ke Polres Tapteng. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor STPL/B/421/VIII/2025/SPKT/RES TAPTENG/POLDASU, tertanggal 19 Agustus 2025. “Saya sudah resmi melaporkan kejadian ini ke Polres Tapteng. Saya berharap proses hukum berjalan dan ada kejelasan serta keadilan,” ujar Irawan dengan suara bergetar menahan emosi, Selasa (19/8/2025).

Irawan menjelaskan, kejadian memilukan itu berlangsung pada Senin, 18 Agustus 2025, sekitar pukul 09.30 WIB. Ia mengantar istrinya ke ruang bersalin Puskesmas Pinangsori, berharap proses kelahiran berjalan lancar. Namun, apa yang disaksikan kemudian membuatnya syok. Ia menuding salah seorang bidan menarik bayi secara paksa hingga menyebabkan kepala sang jabang bayi terputus. “Saya sangat keberatan atas kejadian ini. Saya percaya ini bukan kecelakaan biasa dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tragedi ini tidak hanya menyisakan luka bagi keluarga, tapi juga mengundang perhatian publik setelah viral di media sosial. Adik dari ibu korban, Uwiie Poetrisagita, mengunggah video yang memperlihatkan proses memandikan jenazah bayi ke akun Facebook miliknya. Video itu memperlihatkan kepala bayi terpisah dari tubuh, membuat banyak orang yang menonton terkejut dan marah.

Dalam unggahan tersebut, Uwiie menuliskan permintaan agar masyarakat ikut menyebarkan informasi sebagai bentuk protes. “Tolong bantu share agar tidak ada korban lagi. Dugaan malapraktik di Puskesmas Pinangsori. Badan bayi tertinggal di perut ibunya,” tulisnya. Ia menambahkan, keluarga juga kecewa dengan sikap pihak puskesmas yang dinilai tidak menunjukkan empati maupun memberikan penjelasan memadai. “Kami hanya ingin tahu kronologi sebenarnya. Kenapa bisa sampai seperti itu—kepala patah dan jatuh ke lantai, sementara badan masih di dalam. Apakah kakak kami dijadikan bahan praktik oleh pihak puskesmas?” tulisnya lagi.

Hingga kini, Kepala Puskesmas Pinangsori, Akhiruddin Hutagalung, belum memberikan keterangan resmi. Konfirmasi yang dilayangkan wartawan hanya terbaca tanpa ada balasan. Diamnya pihak puskesmas justru memicu semakin banyak spekulasi di masyarakat.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan serius layanan kesehatan di daerah. Minimnya fasilitas, keterbatasan tenaga medis, serta lemahnya pengawasan seringkali berujung pada persoalan fatal. Kini, masyarakat menanti langkah tegas Polres Tapteng dalam memproses laporan keluarga korban, sekaligus menunggu sikap pemerintah daerah dan dinas kesehatan untuk turun tangan melakukan investigasi.

Bagi keluarga Irawan, kehilangan ini bukan hanya luka, tapi juga peringatan keras bagi sistem kesehatan. Mereka menegaskan tidak akan berhenti menuntut keadilan, agar peristiwa serupa tak kembali terjadi dan tidak ada lagi bayi yang kehilangan nyawa akibat dugaan malapraktik di ruang bersalin. (*)

Berita Terkait

Wartawan Diteror Pegawai Gadai, Dugaan Modus Penipuan Promo Pelunasan Tak Diakui, Konsumen Jadi Korban
Komitmen Polsek Bosar Maligas Berantas Narkoba: Bandar Licin Dikejar Sampai Perladangan, Akhirnya Tertangkap!
Pemalsuan Tanda Tangan dan Narkoba Masih Membara, Ngapain Rusuhi Orang Lain?
Skandal Narkoba dan Pemalsuan Dokumen di Organisasi Pers, Apakah Penegak Hukum Akan Bertindak Tanpa Tebang Pilih?
Oknum Wartawan dan Pejabat Media Diduga Terlibat Kasus Narkoba dan Pemalsuan, Ini Saatnya Penegak Hukum Bertindak Tegas
Praktisi Hukum Yudi Pratama Desak Penegakan Hukum Terkait Dugaan Ijazah Palsu dan Sikap Tertutup KPU Batu Bara
Polda Sumut Amankan Ekskavator dari Tambang Emas Ilegal di Mandailing Natal, Diduga Dihadang Belasan Oknum Misterius
Satresnarkoba Polres Batu Bara Gulung Pengedar Ganja di Medang Deras, Sita Puluhan Gram Barang Bukti

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 03:44 WIB

Terbukti Langgar Banyak Kode Etik, Advokat TJUAN AN Selatpanjang-Riau: Hanya Dihukum Teguran Lisan, Apa Yang Terjadi ?

Rabu, 1 April 2026 - 13:38 WIB

Polsek Medang Deras gelar patroli malam gabungan, antisipasi kejahatan dan tawuran di wilayahnya

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:54 WIB

Jalan Rusak Parah di Ogan Ilir, Truk Patah Gardan hingga Picu Kemacetan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:35 WIB

Dugaan Pemerasan dan Pengancaman oleh Oknum Wartawan Terhadap Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Berujung Proses Hukum

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:14 WIB

Personil Pos Pam Sei Bejangkar tangani pohon tumbang, aliran lalu lintas kembali lancar

Sabtu, 28 Maret 2026 - 03:48 WIB

Polres Batu Bara Serahkan 6.783 Ton Jagung ke Bulog Asahan, Total Kuartal I 2026 Capai 159.907 Ton

Sabtu, 28 Maret 2026 - 02:19 WIB

Polres Batu Bara gelar Jum’at Berkah serentak, salurkan bansos dan edukasi masyarakat

Sabtu, 28 Maret 2026 - 00:59 WIB

Sat Reskrim Polres Batu Bara Gelar “Jumat Berkah”, Bagikan Sembako dan Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Masyarakat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!