Wakil Ketua DPRA Kritik Investasi Rp7 Triliun Bank Aceh Syariah ke Luar Daerah

AGARA NOW

- Redaksi

Minggu, 21 September 2025 - 17:19 WIB

50295 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Saifuddin Muhammad alias Yah Fud melontarkan kritik keras terhadap Bank Aceh Syariah (BAS) terkait kebijakan penempatan dana investasi ke luar daerah. Total nilai yang diinvestasikan disebut mencapai lebih dari Rp7 triliun, menyasar perusahaan dan bank syariah milik daerah lain di luar Aceh.

“Ada persoalan di internal Bank Aceh yang harus dibenahi. Salah satunya soal penempatan dana ke luar daerah, yang nilainya mencapai Rp7 triliun. Selain itu, tata kelola dan portofolio pembiayaan juga belum berpihak pada pelaku UMKM di Aceh,” ujar Yah Fud, dikutip Minggu (21/9/2025).

Berdasarkan informasi yang diterima Yah Fud, total dana yang diinvestasikan mencapai nyaris Rp8 triliun, dengan rincian termasuk dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) yang disimpan di Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan, serta pembiayaan ke sejumlah bank syariah daerah lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski dirinya tidak mempermasalahkan penempatan sebagian dana dalam bentuk SBN untuk kepentingan likuiditas dan pengelolaan liabilitas, yang jadi sorotan adalah penyaluran kredit korporasi ke perusahaan dan lembaga keuangan di luar Aceh.

“Kalau untuk kepentingan likuiditas di BI dan Kemenkeu lewat SBN, itu wajar-wajar saja. Tapi kalau sudah berupa pembiayaan korporasi ke perusahaan non-Aceh dan bank syariah milik daerah lain, itu jadi persoalan. Kenapa Bank Aceh tidak memprioritaskan perusahaan yang ada dan beroperasi di Aceh sendiri?” katanya heran.

Menurutnya, sebagai entitas keuangan berbasis syariah milik daerah, Bank Aceh seharusnya memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan ekonomi lokal. Bukan justru mengalirkan dana besar-besaran ke luar Aceh.

“Kalau memang mau bermain di segmen korporasi, ya berikan ke perusahaan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Aceh. Misalnya untuk pengembangan PT PEMA (Pembangunan Aceh), supaya mereka tidak lagi tergantung pada penyertaan modal dari pemerintah,” tegasnya.

Yah Fud juga menyayangkan, di satu sisi dana triliunan rupiah dikeluarkan untuk daerah lain, namun di sisi lain banyak keluhan dari pelaku UMKM di Aceh yang kesulitan mengakses pembiayaan ke Bank Aceh.

“Saya sering sekali dapat laporan, pelaku UMKM susah sekali pinjam di Bank Aceh. Sudah syaratnya banyak, prosesnya juga lama. Sementara perusahaan besar di luar Aceh gampang dapat kredit,” jelasnya.

Ia berharap manajemen Bank Aceh Syariah segera mengevaluasi arah kebijakan investasi dan pembiayaan agar berpihak lebih nyata ke masyarakat Aceh. Menurutnya, jika bank milik daerah tidak menjadi mitra utama pelaku ekonomi lokal, maka keberadaannya perlu dipertanyakan.

“Bank Aceh itu dibangun dengan uang rakyat Aceh. Sudah seharusnya kembali untuk kemakmuran rakyat Aceh, bukan untuk bantu bank lain di provinsi lain yang sudah jauh lebih maju,” pungkasnya.

Berita Terkait

SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA
Aksi Brutal di Kantor Polisi, Ketua Fanst Respon Aceh Desak Polri Bersih-bersih dan tangkap Pelaku
Dirpolairud Polda Aceh Sandang Pangkat Pengabdian Jadi Bintang Satu
Bidhumas Polda Aceh Bagikan Ratusan Kilogram Kurma Bantuan Kapolda kepada Masyarakat
Anggota DPR RI H. Teuku Ibrahim Gelar Bukber Bersama Kapolda Aceh dan Tokoh Masyarakat
Polres Aceh Tenggara Raih Juara II Lomba Video Pendek Pamapta Polda Aceh 2026, Terima Penghargaan Langsung dari Kapolda
Kolaborasi Strategis FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara dan Dittipidter Mabes Polri, Siap Sikat Tambang Ilegal di Aceh
Sekjen DPW FANST Respons Counter Polri Nusantara Aceh: “Tangkap Dan Sikat Habis Mafia Illegal Logging Tanpa Pengecualian”

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 23:04 WIB

Transaksi Sabu di Warung Tutup Terbongkar, Pria di Aceh Tenggara Diamankan Sat Resnarkoba Polres Agara

Sabtu, 4 April 2026 - 17:40 WIB

Polres Aceh Tenggara Gandeng Pemerintah Daerah dan Donatur Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

Rabu, 1 April 2026 - 16:53 WIB

Polres Agara Amankan Guru, Sabu 0,27 Gram Jadi Barang Bukti

Rabu, 1 April 2026 - 14:09 WIB

Sat Resnarkoba Polres Agara Ungkap Kasus Sabu, 0,86 Gram Diamankan Dari Seorang Pria di Darul Hasanah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:00 WIB

Sat Narkoba Polres Agara Ungkap Kasus Narkotika Besar, 17,8 Kilogram Ganja Diamankan di Kecamatan Ketambe

Selasa, 24 Maret 2026 - 20:37 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Dorong Media Terus Edukasi Masyarakat

Selasa, 17 Maret 2026 - 00:05 WIB

LSM KOMPAK: Media yang Sebarkan Tuduhan Tanpa Bukti kepada Bupati Aceh Tenggara Bisa Dikenai Sanksi Hukum

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:21 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Ajak Masyarakat Arif Maknai Ramadan Lewat Tradisi Meugang

Berita Terbaru

BANDA ACEH

SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:21 WIB

error: Content is protected !!