Blangkejeren, 19 April 2026 – Keluarga besar SMA Negeri 1 Blangkejeren menggelar kegiatan bakti sosial dengan mengunjungi tiga desa yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Gayo Lues. Kegiatan kemanusiaan ini berlangsung pada hari Minggu, dengan penyaluran bantuan berupa paket sembako dan kitab suci Alquran kepada warga yang mengalami musibah banjir di Desa Remukut, Desa Penomon Jaya, dan Desa Cane Toa, Kecamatan Rikit Gaib.
Bencana banjir yang melanda beberapa bagian Kabupaten Gayo Lues dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan kerusakan infrastruktur dan berdampak pada kesulitan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Respon cepat dari berbagai pihak termasuk institusi pendidikan menjadi sangat penting untuk membantu pemulihan dan meringankan beban warga terdampak.

Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, SMA Negeri 1 Blangkejeren menyalurkan 180 paket sembako kepada warga terdampak di Desa Remukut yang merupakan desa terparah. Desa Penomon Jaya menerima 40 paket sembako, sementara Desa Cane Toa mendapatkan 60 paket bantuan. Semua bantuan tersebut berasal dari hasil sumbangan para siswa sekolah, yang secara sukarela mengumpulkan donasi untuk meringankan penderitaan sesama.
Selain pemberian paket sembako dan Alquran sebagai bentuk bantuan spiritual, keluarga besar sekolah juga melaksanakan gotong royong membersihkan masjid di Desa Cane Toa yang turut terkena dampak banjir. Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi sosial yang tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan materi, tetapi juga pada upaya pemulihan lingkungan dan memperkuat solidaritas sosial di masyarakat.

Kepala SMA Negeri 1 Blangkejeren, Aguswati Gulo, menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini melibatkan seluruh dewan guru, staf karyawan, serta perwakilan siswa. Ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini rutin dilaksanakan setiap semester sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter dan kepedulian sosial siswa, meskipun tidak dalam situasi bencana. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa peduli, empati, dan semangat gotong royong di kalangan siswa, sekaligus membangun kepekaan sosial yang kuat,” ujarnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh salah satu siswa, Risky, yang antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyatakan kebahagiaannya dapat berkontribusi dalam program bakti sosial sekaligus berharap agar kegiatan ini dapat lebih sering diselenggarakan dan menjangkau lebih banyak desa yang membutuhkan di wilayah Gayo Lues. “Saya sangat senang bisa ikut serta membantu masyarakat yang terkena musibah, dan berharap kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilakukan,” ujar Risky.

Kepala sekolah juga mengungkapkan rencana ke depan yang sudah dijadwalkan, dimana pada bulan Mei mendatang, pihak sekolah berencana kembali mengadakan bakti sosial di Kecamatan Pining, yang merupakan salah satu daerah lain yang terdampak banjir. Rencana ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, yang turut memberikan semangat kepada sekolah untuk terus aktif dalam program sosial kemasyarakatan.
Bakti sosial SMA Negeri 1 Blangkejeren ini menjadi contoh nyata bagaimana institusi pendidikan mampu berperan aktif tidak hanya dalam peningkatan mutu akademik, tetapi juga dalam pembinaan karakter dan kepedulian sosial dalam situasi yang mendesak. Melalui sinergi antara tenaga pendidik, siswa, dan dukungan pemerintah daerah, bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan kesulitan warga sekaligus mengangkat semangat gotong royong dan solidaritas di tengah bencana.

Ke depan, kegiatan kemanusiaan serupa diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang memberikan dampak positif tidak hanya dari sisi operasional, tetapi juga dari pembentukan peradaban sosial yang berakar kuat di masyarakat. Kepedulian generasi muda terhadap sesama menjadi modal utama dalam membangun masyarakat yang tangguh dan penuh empati, terutama dalam menghadapi dinamika alam dan sosial di daerah seperti Kabupaten Gayo Lues. (Abdiansyah)










