Langkah Sigap Pamapta II Polres Aceh Tenggara Dapatkan Dukungan dari Tokoh Masyarakat

AGARA NOW

- Redaksi

Senin, 4 Mei 2026 - 01:03 WIB

5054 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE | Penanganan kasus pemukulan terhadap seorang wartawan di Aceh Tenggara terus menunjukkan perkembangan signifikan di ruang pelayanan Pamapta II SPKT Polres Aceh Tenggara, Kutacane. Insiden ini, yang terjadi pada Rabu, 1 Mei 2026, melibatkan seorang pewarta dari Teropong Barat Com biro Aceh Tenggara, dan langsung mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian setempat. Tanggal 3 Mei 2026, proses pemeriksaan dan pembuatan laporan terus dikawal secara intens di Mapolres setempat.

Dalam pelayanannya, Komandan Pamapta II SPKT Polres Aceh Tenggara, Ipda Khusmaidi Arianto, menunjukkan komitmen tinggi terhadap penuntasan kasus ini. Ipda Khusmaidi Arianto memastikan seluruh langkah penanganan berjalan sesuai prosedur serta mengutamakan perlindungan terhadap korban. Ia menegaskan bahwa pihaknya segera mengamankan pelaku kekerasan terhadap insan pers, khususnya wartawan Teropong Barat Com, sehingga keadilan bisa segera diwujudkan. Ipda Khusmaidi Arianto juga menggandeng seluruh rekan satuan agar proses penegakan hukum berjalan tanpa hambatan. Keseriusan ini terlihat jelas melalui pendampingan langsung kepada korban saat memberikan keterangan di ruang SPKT Polres Aceh Tenggara.

Proses hukum berjalan secara maraton sejak laporan dibuat sesaat setelah kejadian. Korban, yang juga merupakan kepala biro media setempat, secara aktif berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam rangka melaporkan segala bentuk intimidasi dan tindak kekerasan yang dialami. “Saya berharap para pelaku penganiayaan terhadap wartawan mitra kami dapat segera ditangkap,” jelas Ipda Khusmaidi Arianto saat mendampingi korban di Mapolres Kutacane. Menurutnya, penyelesaian cepat sangatlah penting agar pelaku tidak mengulangi perbuatan serupa dan dunia pers tetap aman menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meningkatnya kasus kekerasan terhadap jurnalis di wilayah Aceh Tenggara memicu keprihatinan berbagai kalangan. Salah satunya datang dari tokoh masyarakat, Marhaban Desky, yang menyayangkan aksi premanisme yang terjadi di wilayah Lawe Sagu Hulu, Kecamatan Lawe Bulan. Ia mengapresiasi respons cepat dan optimal dari kepolisian, sekaligus mendesak agar aparat menuntaskan kasus ini secara tuntas. “Aksi kekerasan seperti ini tidak boleh terjadi di lingkungan masyarakat dan sangat membahayakan keselamatan para jurnalis yang bertugas di lapangan,” ujar Marhaban Desky. Lebih lanjut, ia mendorong dilakukan tes urin terhadap para pelaku, sebab ada dugaan keterkaitan dengan penyalahgunaan narkotika yang dapat mempengaruhi perilaku dan tindakan kriminal di masyarakat.

Selain itu, Marhaban Desky menyoroti tantangan yang dihadapi Polres Aceh Tenggara dalam menghadapi maraknya peredaran narkotika yang berdampak buruk bagi warga setempat. Menurutnya, kasus pemukulan wartawan ini menjadi salah satu ujian keseriusan kepolisian dalam pemberantasan tindak pidana yang berkaitan dengan narkotika serta kejahatan premanisme di daerah tersebut.

Diketahui, Polres Aceh Tenggara telah menerapkan pelayanan yang humanis dan profesional dalam menangani korban kejahatan maupun pengaduan dari masyarakat, termasuk para jurnalis yang menjadi mitra strategis dalam penyampaian informasi ke publik. Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan rasa aman dan kepercayaan di tengah masyarakat, maupun lingkungan pers, agar aktivitas jurnalistik tetap berjalan tanpa tekanan dan ancaman kekerasan. Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus dilakukan dengan harapan para pelaku segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. (RED)

Berita Terkait

Aceh Tenggara Diguncang Kekerasan, Pelaku Penyembelihan Ustad Diduga Aniaya Wartawan
Setahun Mengabdi, Kapolres Aceh Tenggara Ukir Prestasi Gemilang: 92 Persen Kasus Tuntas, Narkotika Dihantam Tanpa Ampun
Sentuhan Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara Hadir Ringankan Duka Korban Kebakaran
Tambal Sulam Irigasi Lawe Harum: Proyek Rp26 Miliar Dihujani Kritik, Pengawasan Dipertanyakan
Memilih Diam atau Melawan: Sikap Tegas Diperlukan Hadapi Serangan Politik Kotor
PeTA Aceh Tenggara Desak Polisi Bongkar Dalang Spanduk Fitnah terhadap Bupati, Soroti Dugaan Skenario Terencana
LSM KOMPAK Aceh Tenggara Kecam Pemasangan Spanduk Provokatif terhadap HM Salim Fakhry, Desak Polda Aceh Tangkap Pelaku
Samsudin Tajmal Kecam Pemasangan Spanduk Ujaran Kebencian terhadap Ketua DPD I Golkar Aceh, Desak Aparat Usut Tuntas

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:18 WIB

Senyum Bahagia Nenek 77 Tahun, Rumahnya Dibangun Satgas TMMD Ke-128 Abdya

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:13 WIB

Gotong Royong TNI-Warga, Lantai RTLH di Gunung Cut Mulai Disemen

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:59 WIB

Tingkatkan Kenyamanan Ibadah, TMMD Ke-128 Bangun Fasilitas MCK di Desa Gunung Cut

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:06 WIB

Satgas TMMD dan Warga Gotong Royong, Rumah Nek Nurhabibah Berangsur Layak Huni

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:31 WIB

Genjot Ketahanan Pangan, TMMD Abdya Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Jagung

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:44 WIB

Sinergi TNI dan Rakyat, Pemasangan Tulang Besi RTLH Berjalan Lancar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:23 WIB

Letkol Rana Mega Al-Amin Minta Satgas TMMD Kerja Maksimal, Target Tak Boleh Molor

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:00 WIB

Pastikan Layak Huni, Dansatgas TMMD Abdya Pantau Rehab Rumah Warga

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Gotong Royong TNI-Warga, Lantai RTLH di Gunung Cut Mulai Disemen

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:13 WIB