BLANGKEJEREN — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gayo Lues hanya mengikuti 13 cabang olahraga (cabor) dalam ajang Prakualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra-PORA) 2025. Langkah ini diambil menyusul keterbatasan anggaran daerah yang berdampak langsung pada pembiayaan kegiatan olahraga.
Ketua KONI Gayo Lues, Khairuddin Kasiman, mengatakan bahwa pihaknya sebenarnya ingin mengikutsertakan lebih banyak cabor. Namun, kondisi anggaran memaksa KONI melakukan penyesuaian dengan berfokus pada cabor-cabor yang memiliki peluang besar untuk lolos ke Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2026 yang akan digelar di Kabupaten Aceh Jaya.
“Kita ingin semua cabor ikut pra-kualifikasi. Tapi karena anggaran terbatas dan ada efisiensi dari pemerintah, kita hanya bisa memberangkatkan 13 cabor yang diprediksi mampu bersaing dan berpotensi menyumbang medali,” ujar Khairuddin, Minggu (16/11/2025).
Cabor yang dikirim dalam ajang prakualifikasi tersebut antara lain panahan, atletik, silat, menembak, petanque, voli, basket, tarung derajat, tenis lapangan, muay thai, arung jeram, wushu, dan panjat tebing.
Beberapa cabor telah melaksanakan babak prakualifikasi. Di antaranya, arung jeram yang tengah bertanding di Aceh Selatan serta petanque di Banda Aceh. Sementara itu, untuk cabang panahan, Gayo Lues sudah memastikan lima atlet lolos ke PORA 2026.
“Kita bersyukur panahan sudah mengamankan lima atlet ke Aceh Jaya. Ini menunjukkan ada potensi besar jika pembinaan dilakukan optimal,” ungkap Khairuddin.
Ketika ditanya soal target pada PORA mendatang, Khairuddin menegaskan bahwa KONI Gayo Lues tetap realistis. Ia berharap daerahnya dapat mempertahankan posisi 10 besar seperti yang diraih pada PORA sebelumnya.
“Kalau bisa bertahan di posisi ke-10 dari 23 kabupaten/kota, itu sudah cukup baik. Tapi tentu kami berharap bisa lebih baik dari pencapaian sebelumnya,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan pesan kepada seluruh atlet Gayo Lues yang sedang atau akan berlaga di Pra-PORA agar tetap semangat, menjaga disiplin, dan tampil dengan penuh semangat juang.
“Seluruh atlet yang tampil di Pra-PORA harus tetap solid, fokus, dan yakin bahwa perjuangan ini adalah langkah awal menuju prestasi yang lebih besar,” pungkasnya.
Pra-PORA IV merupakan ajang penting bagi setiap kabupaten/kota di Aceh untuk memperebutkan tiket menuju PORA 2026. Keikutsertaan dalam ajang ini menjadi penentu kesiapan dan kualitas pembinaan olahraga tiap daerah. (Yasir Asbalah)










