BUMDes Lubuk Cuik Rugi Rp.120 juta, Aset Dikuasai Pihak Ketiga, Hutang Rp. 42.668 Juta Tak Terbayar

REDAKSI BATU BARA

- Redaksi

Rabu, 18 Februari 2026 - 22:22 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batu Bara – Polemik pengelolaan aset milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, memicu perhatian warga. Perangkat sound system karaoke yang sebelumnya digunakan sebagai salah satu sumber pendapatan desa, kini disebut berada dalam penguasaan pihak ke Tiga (Alberto.S penyedia pupuk dan pestisida setempat). Rabu (18/02/2026)

Pengusaha berinisial Alberto.S mengakui bahwa perangkat Sound Systim Karaoke tersebut diambil karena adanya tunggakan pembayaran dari pengurus BUMDes terkait pembelian pupuk dan pestisida.

Ia menyatakan langkah itu dilakukan karena belum ada kejelasan pelunasan utang, dan Persoalan ini sempat dibahas dalam rapat di kantor desa pada akhir Januari 2026 yang dihadiri unsur lembaga desa, termasuk BPD, LPM, serta perangkat desa lainnya, ungkapnya Alberto. S

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

warga bernama Andi (57) menyatakan Bagaimana pula Aset Pemerintah Desa Lubuk Cuik bisa pindahtangan di kuasai oleh Alberto. S walaupun karena ada hutang pupuk, apakah ini di boleh kan hukum atau Peraturan Desa,

Mengapa pula Perangkat Desa Kepala Desa tidak mengambil tindakan / kebijakan.

Andi juga menyoroti program tanam cabai yang dikelola BUMDes Lubuk Cuik Tahun Anggaran 2025. Program tersebut disebut menggunakan modal dana desa sebesar Rp. 80 juta, namun mengalami kerugian. Bahkan, BUMDes masih ada hutang sebesar Rp. 42.668.000 kepada penyedia pupuk dan pestisida.

warga mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran dan kinerja Penjabat Kepala Desa Lubuk Cuik, MY. Daulay, serta Ketua BUMDes Iswahyudi, yang di nilai Tidak Layak menjadi Pj. Kades dan Ketua BUMDes, warga “S” yang enggan disebutkan namanya.

Warga menilai diperlukan penjelasan terbuka terkait kondisi keuangan dan penguasaan aset desa tersebut.

“Sound system yang seharusnya menjadi sumber pemasukan desa kini tidak bisa dimanfaatkan. Kami berharap ada klarifikasi resmi agar persoalan ini jelas,” ujar “S”

Warga juga mempertanyakan dasar hukum penguasaan aset desa oleh pihak ketiga, serta sikap sejumlah unsur desa yang dinilai belum memberikan solusi konkret, padahal Pj. Kades MY. Daulay adalah Joint Kental nya A.S

Menurut Warga, permasalahan ini tidak hanya soal utang-piutang, tetapi juga menyangkut tata kelola aset dan program desa yang seharusnya Pj. Kepala Desa MY. Daulay bersikap bertanggung jawab atas Tugas, kepercayaan, serta wewenang yang di berikan ( akuntabel )

Warga juga keluhan mengenai minimnya keterbukaan dalam pelaksanaan musyawarah desa maupun musrenbang, di mana sejumlah warga yang kritis dan wartawan lokal disebut tidak pernah dilibatkan , tidak pernah di undang dalam setiap Rapat / Musyawarah Desa.

Kondisi ini menambah kekhawatiran masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa, di kepemimpinan M.Y Daulay.

Permasalahan lainnya juga mencuat terkait dinamika internal Koperasi Desa Merah Putih Lubuk Cuik, di mana Ketua dan salah satu Pengawas disebut telah mengundurkan diri di tengah polemik kepengurusan.(terkesan Pembiaran, Pj. Kepala Desa Tidak melakukan Tupoksinya dalam Pembinaan)

Dengan Total kerugian dan utang mencapai lebih dari Rp. 120 juta, warga mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan BUMDes dan penggunaan dana desa.

Mereka berharap pemerintah desa serta pihak terkait segera memberikan klarifikasi terbuka dan mengambil langkah penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku, guna menjaga kepercayaan masyarakat dan keberlangsungan aset desa. (Tim)

Berita Terkait

Polsek Air Putih Gelar Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar, Begal, dan Tawuran
Soetopo Berutu Terkejut, PJ Bupati Batu Bara 2008 Minta Ijin Tulis Buku Kepemimpinannya di Lingkungan Lapas
Gelanggang Ayam “Vallas Arena” Rumbai Barat, Murni “Non Judi”
Siswa Setukpa Lemdiklat Polri Angkatan 55 Gelar Baksos di Sukabumi
Terima Kasih Pak Kapolda Riau, Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum. Telah Diangun Nya Jembatan Merah Putih Di Kulim, Bentuk Wujud Nyata Dukungan Polri Terhadap Masyarakat.
Terimakasih Polsek Kulim Atas Respon Cepat Menindak Lanjuti Laporan Masyarakat Melalaui Layananan Darurat 110
Walikota Bengkulu Jamu Makan Malam Komisi XIII DPR RI dan Kanwil Dirjenpas Bengkulu
Kadus Sentosa Pematang Nibung Klirifikasi Galian C: Bukan Perdagangan, Melainkan Program Mencetak Sawah Rakyat

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 23:04 WIB

Transaksi Sabu di Warung Tutup Terbongkar, Pria di Aceh Tenggara Diamankan Sat Resnarkoba Polres Agara

Sabtu, 4 April 2026 - 17:40 WIB

Polres Aceh Tenggara Gandeng Pemerintah Daerah dan Donatur Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

Rabu, 1 April 2026 - 16:53 WIB

Polres Agara Amankan Guru, Sabu 0,27 Gram Jadi Barang Bukti

Rabu, 1 April 2026 - 14:09 WIB

Sat Resnarkoba Polres Agara Ungkap Kasus Sabu, 0,86 Gram Diamankan Dari Seorang Pria di Darul Hasanah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:00 WIB

Sat Narkoba Polres Agara Ungkap Kasus Narkotika Besar, 17,8 Kilogram Ganja Diamankan di Kecamatan Ketambe

Selasa, 24 Maret 2026 - 20:37 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Dorong Media Terus Edukasi Masyarakat

Selasa, 17 Maret 2026 - 00:05 WIB

LSM KOMPAK: Media yang Sebarkan Tuduhan Tanpa Bukti kepada Bupati Aceh Tenggara Bisa Dikenai Sanksi Hukum

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:21 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Ajak Masyarakat Arif Maknai Ramadan Lewat Tradisi Meugang

Berita Terbaru

BANDA ACEH

SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:21 WIB