Banda Aceh — Momen pelepasan jamaah haji kloter pertama di Asrama Haji Aceh, Selasa (5/5/2026), menjadi lebih dari sekadar seremoni. Di tengah suasana haru dan khidmat, Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah tampil sebagai sosok pemersatu yang mempertemukan para pimpinan daerah dalam satu kebersamaan yang penuh makna.
Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Kapolda berhasil merangkul Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), Sekda Aceh, serta Ketua DPRA dalam satu momen simbolis yang mencerminkan kuatnya sinergi antara eksekutif dan legislatif. Kebersamaan ini menjadi pesan kuat bahwa keharmonisan antar pemimpin adalah fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan kemajuan daerah.
Sebagai putra daerah, Marzuki dinilai mampu memainkan peran strategis sebagai jembatan komunikasi yang sejuk dan menenangkan. Kehadirannya tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mempererat hubungan antar pimpinan, sehingga menghadirkan rasa percaya diri di tengah masyarakat bahwa Aceh dipimpin oleh sosok-sosok yang solid dan kompak.
Kebersamaan di momen sakral ini menjadi simbol harapan bagi masa depan Aceh. Dengan semangat persatuan yang terus dijaga, kolaborasi antara pemerintah, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat diyakini mampu mendorong percepatan pembangunan menuju Aceh yang damai, maju, dan bermartabat. (*)










